OKEZONE WEEK-END: Gantung Kain Tenun Sumba sebagai Penghias Gorden Jendela, Bisa Juga Mengusir Roh Jahat di Rumah : Okezone Lifestyle BERITA TERKINI

Berita hari ini tentang OKEZONE WEEK-END: Gantung Kain Tenun Sumba sebagai Penghias Gorden Jendela, Bisa Juga Mengusir Roh Jahat di Rumah : Okezone Lifestyle.

SALAH satu yang khas dari suku Sumba adalah kain tenun. Kain tenun merupakan warisan budaya yang kental dengan adat-istiadat yang dianut warga di daerah Nusa Tenggara Timur.

Kain tenun Sumba dianggap masyarakat sebagai kain yang istimewa. Mengingat pembuatan kain melewati proses panjang, rumit dan penuh ketelitian serta kesabaran.

Wanita Sumba biasa memakai kain sarung tenun Sumba untuk pakaian sehari-hari. Motif dan warna kain tenun menunjukkan strata sosial atau penghargaan terhadap suku tertentu.

Baca Juga: Tenun Indonesia Timur Telah Banyak Diminati Para Pecinta Kain Nusantara

Selain cantik dipakai oleh para wanita, pada perkembangannya kain tenun Sumba juga indah menjadi penghias rumah. Salah satunya sebagai gorden jendela. Usut punya usut inspirasi penggunaan kain tenun Sumba sebagai gorden datang dari kebiasaan penduduk Sumba menggantungkan kain yang sedang dijemur di teras rumah.

Kain-kain tenun berwarna-warni dengan beragam corak terlihat amat cantik dari luar terpajang di rumah. Penduduk kota pun mulai menjadikan kain ini sebagai gorden jendela dan memasangnya di dalam rumah. Adanya kain tenun Sumba di dalam rumah, memberi sentuhan entik di dalam ruang.

Baca Juga: Kain Tenun Enggak Boleh Terlalu Sering Dicuci! Ini Alasannya

Untuk menjadikan kain tenun sebagai gorden, diperlukan kain tenun sepanjang dua meter, dengan ukuran jendela yang sama. Sebab, jendela berukuran 3-4 meter tidak akan cukup menutup jendela rumah, sebab rata-rata panjang kain tenun berukuran dua meter. Jika ingin lebih maka harus dipesan khusus.

Baca Juga: OKEZONE WEEK-END: Selain Batik, Indonesia Punya Kain Tenun yang Patut Jadi Kebanggaan

Melansir dari berbagai sumber, kain tenun Sumba memiliki mitos yang menjadi kepercayaan warga sekitar. Kain tenun ini memiliki ketahanan luar biasa. Bahkan kain tenun yang dibuat dengan benang hasil dari tumbuhan yang ada di alam, seperti akar dan daun, konon katanya dapat bertahan hingga 30 tahun. Selain itu kain tenun dianggap bisa menjadi pengusir roh jahat, menghindari keluarga dari gangguan alam, dan hal buruk lainnya.

Kain tenun Sumba terdiri dari dua jenis, yaitu Hinggi dan Lau. Hinggi biasanya digunakan oleh pria dewasa untuk upacara adat, sedangkan Lau dipergunakan oleh wanita. Untuk corak dan motif yang khas adalah motif fauna, seperti burung atau udang. Ada pula corak sulam dengan aneka warna.

Kabar hari ini disadur berdasarkan sumber informasi tentang OKEZONE WEEK-END: Gantung Kain Tenun Sumba sebagai Penghias Gorden Jendela, Bisa Juga Mengusir Roh Jahat di Rumah : Okezone Lifestyle.